"Glow Up sebelum kelulusan", siapa sih yang nggak pengen? Yah, itu yang selalu aku impikan sebagai anak sekolah tingkat paling akhir, seenggaknya sebelum sekolahku mengumumkan bahwa kegiatan graduasi akan diadakan online :'D
I've never been tiny in all my life. Dari pertama kali menginjakkan kaki di TK, aku selalu menjadi tiang listrik kelas. Pipiku chubby, lengan dan paha selalu menjadi urutan teratas daftar insecurityku. Frame badanku juga nggak pernah mungil, pundakku terlalu lebar untuk ukuran perempuan dan tulangku besar. Oh, ditambah besarnya rasa cintaku pada makanan, kini aku bagaikan raksasa dengan tinggi 170 cm dan 65 kg.
Dengan alasan itulah aku memutuskan untuk memulai diet journey milikku sendiri untuk pertama kalinya selama 17 tahun hidupku. Mumpung #dirumahaja dan aku berkesempatan makan lebih bersih dan sehat (keluargaku nggak jajan karena #dirumahaja), aku memutuskan untuk diet santai. Tertanggal 22 Maret 2020, aku mulai perjalanan dietku dengan bb awal sekitaran 64-65 kg hingga akhirnya mencapai angka 54,7kg di 22 Juni 2020.
Here we go! Kisah diet dan tips dariku <3
Noted: Semua yang kutulis berdasarkan pengalaman pribadiku
Tips 1, pelajari dulu ilmu dan konsep dasar diet karena diet asal-asalan a.k.a diet sok tau itu bisa berujung fatal
Maret 2020, waktu itu aku sama sekali belum punya pengetahuan apa-apa tentang diet. Aku hanya olahraga ringan dari youtube dan mengurangi porsi makanku secara berlebihan (±1000 kalori per hari). Yang aku tahu diet = makan sedikit. Jujur, itu nyiksa. Setiap bangun habis rebahan, mataku kunang-kunang kayak vertigo dan butuh waktu sejenak sebelum aku bisa jalan. And that's so wrong.
Memang terbukti berhasil, pada tanggal 6 April, beratku mencapai 61,7 kg (turun 3,3 kg dalam 2 minggu). Tetapi perlu diingat, menurutku penurunan drastis itu sangat tidak sehat. Aku merasa lemes, males ngapa-ngapain dan cuma ingin rebahan. Aku belum mempelajari apa itu konsep BMR, TDEE, dan lain-lainnya.
Jujur, saat itu aku seneng banget bisa mengurangi berat badanku begitu drastis. Tetapi perlu diingat berat drastis yang berkurang itu probably just water weight dan bukan fat loss. Our body is much more complex than scale numbers, apalagi aku juga baru pertama kali diet, badanku juga kaget.
Since aku mulai mengerti konsep dasar diet, yaitu kalori deficit, aku mulai menghitung kalori kebutuhanku dan makan di atas angka BMR. Kasarnya, BMR adalah kebutuhan kalori harian kalian kalau kalian males-malesan aja, kalori minimal kalian dalam sehari gitu. Kalian bisa check BMR kalian di sini dan TDEE di sini. Kalian juga bisa mengenali tipe badan kalian di situs ini.
Tips 2, mulai olahraga dan naikkan intensitas olahraga kalian menjadi HIIT cardio / resistance training untuk build muscle
Sejak mengenal konsep diet, aku mulai ketagihan belajar tentang ilmu-ilmu diet lainnya. Di saat inilah aku mengetahui yang namanya HIIT cardio atau High Intensity Interval Training. Simplenya, kalau kalian olahraga youtube yang simple seperti zumba santai atau stretching yang masih bisa dilakukan sambil nyanyi, HIIT cardio itu bahkan ngomong sekalipun aja menyiksa karena lebih sibuk ngambil napas.
Aku memutuskan untuk lompat tali setiap hari 4 set. 1 setnya terdiri dari 4x40 detik lompat tali dan istirahat selama 20 detik di intervalnya. Guess what? HIIT cardio jauh lebih efektif dalam membakar lemak karena meskipun kita selesai olahraga, jantung kita tetap berpacu cepat dan tubuh kita masih membakar lemak.
Tips 3, jangan menimbang setiap hari, lebih fokus pada perubahan bentuk tubuh kalian
Di momen-momen ini lah aku udah bisa melihat perubahan dari tubuhku. Bahkan bbku pada akhirnya menyentuh kepala 5 setelah sekian tahun!
Mulai detik ini aku semakin takut untuk makan. Meskipun aku belajar dan terus belajar, aku masih takut untuk makan berlebihan meskipun sebenarnya tidak. Aku juga terobsesi untuk menimbang setiap harinya, kalau suatu hari beratku bertambah, hari itu aku bakal badmood banget dan restrict my calories even more.
Itu salah banget.
Kebiasaanku mengurangi kalori secara berlebihan dan terobsesi pada angka bisa menghancurkan metabolisme tubuh, even worse, can developed an eating disorder.
Maka dari itu aku mulai nggak menyentuh timbangan untuk beberapa hari meski tergoda, dan nyatanya bentuk badan gua tetep mengecil, and that's what matters. Karena kalau kalian menimbang setiap hari, justru akan mematahkan semangat diet kalian dan malah membuat kemungkinan menyerah lebih tinggi.
Tips 4, jangan pernah melakukan diet ekstrim, lakukan diet yang bisa dilakukan jangka panjang dan tidak membuatmu menderita
Setiap orang memiliki pola diet yang berbeda. Aku sendiri udah mempelajari diet keto, water fasting, diet mayo, IU diet, dan lain-lainnya. Dalam hati, aku salut banget sama orang-orang yang menjalani diet-diet itu karena jujur aku sendiri nggak akan kuat menjalaninya.
Perlu diingat, short term diet atau diet ekstrim nggak selalu baik. Misalnya, kalau kalian hanya makan apel dan telur rebus setiap hari selama 2 minggu lalu setelah itu kembali ke pola makan kalian sebelumnya, kalian akan mendapatkan kembali berat badan yang sudah kalian turunkan, atau lebih parah, malah naik.
Itu yang dinamakan yoyo diet.
Nyatanya diet itu pola makan, pola hidup kalian. Kuncinya sebenarnya hanya satu, yaitu kalori deficit. Aku sendiri masih makan apapun, nggak pernah berhenti makan makanan jenis apapun. Yang aku kontrol adalah jumlahnya bukan jenisnya. Dan kini, tanggal 22 Juni aku bisa meraih berat 54,7 kg.
Dan aku happy! Jangan pernah mengecap suatu makanan buruk dan menjauhi makanan itu selamanya. Misalnya kalian suka banget makan nasi, tapi kalian tau nasi itu musuh orang-orang kalau lagi diet jadinya kalian nggak mau makan nasi lagi.
Satu pertanyaan, emang kita kuat sebagai orang Indonesia untuk nggak makan nasi selamanya?
Diet yang fleksibel tanpa memusuhi makanan tertentu dapat menjaga kalian dari kebiasaan kelepasan makan dan makan berlebihan. Istilahnya kalian jadi nggak akan ngidam dan kebutuhan nutrisi kita akan lebih terjaga. So, yang paling penting adalah enjoy diet kita!
Jadikan diet pilihan kalian menjadi pola makan sehari-hari untuk jangka panjang. Diet yang baik adalah diet yang nggak instan.
Tips 5, naikkan metabolisme tubuh kalian
Ada beberapa kebiasaan baru yang kulakukan semenjak mulai diet, yaitu minum air yang banyak (harus 2 liter per hari), olahraga setiap hari, dan menambah asupan protein. Aku jadi lebih rajin makan udang dan ayam haha karena enak dan kaya protein ^^
Yang paling penting adalah jangan pernah membuat diri kita sendiri kelaparan, karena kebiasaan itu dapat merusak metabolisme tubuh kita sendiri :( memang hasilnya akan lebih lama kalau dibandingkan dengan diet ekstrim singkat, namun justru tubuh kita akan tetap sehat dan berat badan tidak mudah naik lagi hihi.
Tips 6, hindari gula
Iya, benar, aku memang nggak memusuhi makanan apapun, tapi aku benar-benar menghindari gula. Jujur, susah, apalagi kalau kalian tinggal serumah dengan orang yang hobi baking kayak mamaku.
Selain karena kalori di makanan manis cenderung lebih besar, gula juga bisa meningkatkan nafsu makanku. Maka dari itu aku nggak terlalu konsumsi minuman-minuman manis yang mengandung banyak banget gula, apalagi soda, itu a big no for me. Aku mending makan makanan lain yang lebih ngenyangin yang kalorinya sama.
Aku tetep mengonsumsi gula tetapi aku menguranginya. Kalian juga bisa pilih gula alternatif seperti stevia, diabetasol, dan lain-lain.
Tips 7, belajar, belajar, dan terus belajar!
Serius deh, semakin banyak ilmu, semakin banyak kita penasaran dan lebih paham dengan kondisi badan kita. Aku yakin kalian juga pasti bakal seneng sendiri habis belajar tentang ilmu diet hihi.
Aku pribadi seneng banget pantengin channel youtubenya kak Yulia Baltschun, dan youtuber-youtuber informatif lainnya sampai-sampai recommendation youtubeku bisa isinya tentang diet semua XD
Goodluck teman-teman! Terimakasih udah mampir di blog pertamaku hehe. Aku selalu menerima masukkan, kasih tau aja kalau ada yang perlu kuubah atau mungkin blog ini kepanjangan? Mohon krisarnya ^^
Stay healthy, stay safe!

No comments:
Post a Comment